KODEKO / Blog

Syukur yang Bertumbuh, Harapan yang Menguat

Ada suasana yang berbeda di Meeting Room Al-Islah pada 16 Februari 2026. Bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum sejarah. Puncak Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSU menjadi ruang syukur yang hidup ketika Ketua Umum, Anis Khairunnisa, S.Th.I., MAP, membacakan laporan hasil kerja kepengurusan Tahun Buku 2025. Suaranya tegas, namun beberapa kali bergetar. Haru dan syukur berpadu, menyelimuti ruangan dengan rasa bangga atas perjalanan panjang

Oleh Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., M.E. | 23 Feb 2026, 17:56 | 4 menit baca | Diperbarui 27 Mar 2026, 11:05
Syukur yang Bertumbuh, Harapan yang Menguat
KODEKO Editorial

Oleh: Ali Aminulloh (Sekretaris I KSU Desa Kota Indonesia)

Laporan Ketua Umum KSU: Syukur, Evaluasi, Refleksi, dan Proyeksi 2026

Ada suasana yang berbeda di Meeting Room Al-Islah pada 16 Februari 2026. Bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum sejarah. Puncak Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSU menjadi ruang syukur yang hidup ketika Ketua Umum, Anis Khairunnisa, S.Th.I., MAP, membacakan laporan hasil kerja kepengurusan Tahun Buku 2025. Suaranya tegas, namun beberapa kali bergetar. Haru dan syukur berpadu, menyelimuti ruangan dengan rasa bangga atas perjalanan panjang yang tidak mudah.

Dari 3000 ke 17.000 Anggota: Pertumbuhan yang Menginspirasi

Ketika kepemimpinan Ibu Anis Khairunnisa dimulai, anggota KSU berjumlah 2.915 orang. Hari ini, angka itu melonjak menjadi 17.556 anggota. Sebuah pertumbuhan yang bukan sekadar statistik, tetapi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat kepada KSU terus meningkat. Koperasi ini tidak lagi sekadar wadah transaksi, melainkan rumah bersama yang memberi rasa aman dan harapan.

Di sektor usaha, inovasi terus digulirkan. Dari awalnya hanya menjual beberapa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan sabun, kini KSU berkembang dengan produk Mulbako, aneka fresh food seperti daging ayam, sapi, dan ikan, hingga layanan kredit kebutuhan anggota mulai dari laptop, handphone, mesin cuci, smartwatch, springbed hingga mesin air dan lain-lain.

Langkah ekspansi juga diwujudkan melalui ritel Toko Kodeko, yang telah membuka cabang di Jakarta dan akan terus berkembang ke wilayah lainnya. KSU membuktikan diri sebagai koperasi modern yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Perputaran Usaha Melonjak, Modal Menguat

Data yang dipaparkan membuat peserta RAT terdiam sejenak: takjub sekaligus bangga. Dari perputaran usaha awal sebesar Rp500 juta, kini telah berlipat 166 kali atau 16.600% . Dari sisi permodalan melonjak 788 %. Aset koperasi pun tumbuh hingga naik 1077 %.

Angka-angka ini bukan sekadar capaian finansial, tetapi cerminan kerja kolektif, disiplin manajemen, dan loyalitas anggota. KSU juga menghadirkan berbagai varian pinjaman seperti pendidikan, kesehatan, permodalan usaha, walimahan, renovasi rumah, hingga konsumtif, serta membuka layanan simpan pinjam yang fleksibel bagi anggota.

Tak hanya fokus pada bisnis internal, KSU turut berkontribusi dalam pembangunan melalui program Join Operation bersama LKM Masjid Rahmatan Lil Alamin Al Zaytun, mulai dari pengadaan material, pembelian alat berat, hingga pembelian lahan. Sebuah langkah kolaboratif yang menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi mitra strategis pembangunan.

Haru yang Menjadi Energi Refleksi

Di tengah manisnya pencapaian, Ketua Umum tidak menutup mata pada tantangan. Dengan jujur beliau menyampaikan bahwa ancaman terbesar koperasi bukan dari luar, melainkan dari dalam yaitu dari anggota itu sendiri.

Dari 17 ribu lebih anggota, sekitar 3.000 masih pasif dan belum menjadi anggota penuh. Program koperasi pun masih dominan pada pemenuhan kebutuhan dasar, sementara pengembangan usaha anggota belum optimal. Potensi alumni Al Zaytun yang besar juga belum tergarap maksimal.

Refleksi ini menjadi pengingat: kekuatan koperasi bertumpu pada partisipasi. Anggota aktif adalah napas keberlanjutan. Anggota pasif bisa menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki.

Proyeksi 2026: Pemberdayaan sebagai Fokus Utama

Tahun 2026 diproyeksikan sebagai fase penguatan pemberdayaan. Beberapa program strategis telah disiapkan:

- Mini Kodeko sebagai peluang usaha anggota.

- Program Tri in One memberi harapan kepemilikan rumah dari usaha yang dijalankan.

- Peningkatan pinjaman pendidikan untuk santri baru.

- Pinjaman usaha tanggung renteng, membangun usaha kolektif

- Ekspansi cabang Toko Kodeko dan usaha lainnya.

- Program healing-edu tour membangun anggota bahagia mengenal dunia luar.

Semua diarahkan pada satu tujuan besar: kesejahteraan anggota berbasis usaha mandiri.

Koperasi sebagai Lokomotif

Laporan Ketua Umum mendapat sambutan hangat dari penasehat, pengawas, dan seluruh peserta RAT. Komitmen pun ditegaskan kembali: menjadikan koperasi sebagai lokomotif usaha berbasis anggota.

RAT tahun ini bukan hanya tentang laporan angka dan grafik pertumbuhan. Ia adalah cerita tentang keberanian memulai, ketekunan menjaga, dan kejujuran mengevaluasi. Tentang bagaimana syukur tidak membuat terlena, melainkan melahirkan tekad baru untuk melangkah lebih jauh.

Di Meeting Room Al-Islah hari itu, haru berubah menjadi energi. Energi untuk membangun koperasi yang bukan sekadar besar secara angka, tetapi kuat dalam partisipasi, adil dalam distribusi, dan kokoh dalam semangat kebersamaan.

Karena pada akhirnya, koperasi bukan tentang siapa pengurusnya, tetapi tentang kita semua yang memilih untuk bertumbuh bersama.