Oleh: Ali Aminulloh
Di balik jalannya program yang rapi dan terukur, KSU Desa Kota Indonesia membangun satu kekuatan penting: sistem pengawasan yang berlapis dan berkelanjutan. Bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi denyut nadi yang memastikan setiap rencana benar-benar bergerak menuju hasil.
Pengelolaan ini berpijak pada prinsip manajemen POAC: planning, organizing, actuating, dan controlling. Setiap awal tahun, arah besar ditetapkan melalui rencana tahunan. Lalu diturunkan menjadi rencana bulanan yang lebih teknis, mengikuti ritme progres di lapangan. Dari sanalah, program dijalankan, diawasi, lalu dievaluasi secara konsisten.
Yang menarik, evaluasi di KSU tidak berhenti pada satu waktu. Ia berjalan berlapis. Awal bulan menjadi momen refleksi untuk menilai capaian bulan sebelumnya. Akhir bulan menjadi titik kontrol untuk mengukur sejauh mana target berjalan. Di antara itu, ada satu ruang penting: supervisi dua pekanan yang menjaga ritme tetap stabil.
Sabtu, 18 April, ruang supervisi itu kembali digelar. Unit admin keuangan, unit simpan pinjam (USP), unit Mulbako, hingga unit toko material berkumpul dalam satu forum. Dipimpin oleh Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I, ME, setiap kepala unit memaparkan progres kerja, baik capaian mingguan maupun akumulasi dua pekan berjalan.
Diskusi berlangsung dinamis. Angka-angka target dibedah, capaian ditimbang, dan tantangan diurai. Ketika target belum tercapai, forum menjadi ruang mencari solusi. Sebaliknya, saat capaian melampaui ekspektasi, strategi peningkatan dibahas agar performa tetap tumbuh.
Tak hanya itu, forum ini juga menjadi ruang menautkan kembali program kerja dengan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT). Setiap point of action dari evaluasi sebelumnya ditinjau ulang: apakah sudah dijalankan, atau masih membutuhkan dorongan.
Di penghujung pertemuan, supervisi tak berhenti pada angka dan laporan. Ada energi yang ditanamkan. Motivasi dan wawasan disampaikan, menegaskan bahwa KSU bukan hanya entitas ekonomi, tetapi juga bagian dari ekosistem besar yang harus terus bersinergi dengan program Ma’had.
Di situlah kekuatan KSU terlihat bukan hanya pada program yang dirancang, tetapi pada keseriusan mengawal setiap langkahnya. Karena bagi KSU, keberhasilan bukan sekadar direncanakan, tetapi dijaga, diawasi, dan terus diperbaiki.