Oleh: Ali Aminulloh
Suasana di Asrama Al Madani pada Senin pagi, 9 Maret 2026, terasa sedikit berbeda dari biasanya. Setelah briefing tugas selesai pada pukul 07.30 WIB, para guru Al Zaytun tidak langsung beranjak menuju aktivitas masing-masing. Mereka tetap duduk dengan penuh perhatian karena akan mendengarkan penyampaian informasi penting terkait hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSU Desa Kota Indonesia.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Representatif Guru non-alumni dan Representatif Alumni dalam Kampus. Dalam kegiatan tersebut, Osfinetri, S.Pd., M.Pd. menyampaikan hasil RAT Tahun Buku 2025, sementara Alfi Al Hazami memaparkan rencana program kerja koperasi ke depan.
Dalam koperasi, Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi. Melalui forum tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas amanah program yang telah dijalankan sejak RAT sebelumnya. Seluruh anggota memiliki hak untuk mengetahui perkembangan koperasi, baik dari sisi keanggotaan, sektor usaha, maupun kondisi keuangan.
Transparansi menjadi kunci lahirnya kepercayaan. Tanpa keterbukaan, koperasi akan sulit berkembang karena kekuatan utama koperasi bertumpu pada partisipasi serta kepercayaan para anggotanya.
Pada pelaksanaan RAT Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, KSU Desa Kota Indonesia menerapkan sistem perwakilan sebagaimana diatur dalam AD/ART koperasi. Dengan sistem ini, tidak seluruh anggota hadir secara langsung dalam forum RAT. Setiap peserta rapat mewakili sekitar 50 hingga 100 anggota, dilengkapi dengan surat kuasa bermaterai yang ditandatangani oleh anggota yang diwakili.
Dengan mekanisme tersebut, forum RAT tetap sah secara formal sebagai ruang pengambilan keputusan koperasi. Namun demikian, keabsahan formal saja belum cukup. Seluruh anggota tetap perlu mengetahui dan memahami hasil keputusan yang telah diambil dalam forum tersebut.
Di sinilah peran representatif anggota menjadi sangat penting. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta rapat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kembali hasil-hasil RAT kepada anggota yang diwakilinya.
Peran tersebut dijalankan oleh Osfinetri, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai Representatif Guru dan Dosen Al Zaytun. Dalam pertemuan yang digelar setelah briefing pagi di Asrama Al Madani, ia menyampaikan berbagai keputusan penting yang dihasilkan dalam RAT Tahun Buku 2025.
Dalam pemaparannya, Osfinetri menjelaskan perkembangan usaha koperasi yang menunjukkan capaian omzet yang cukup signifikan. Para guru yang hadir tampak antusias mengikuti penjelasan tersebut, terutama ketika mendengar berbagai perkembangan sektor usaha koperasi, termasuk sektor ritel yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Selain menyampaikan laporan capaian, Osfinetri juga memaparkan sejumlah rencana program koperasi untuk tahun 2026. Beberapa program baru diperkenalkan, di antaranya Mini Kodeko serta konsep Program Tri in One, yang dirancang untuk mendorong pemanfaatan aset milik anggota agar lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Melalui sosialisasi ini, para guru memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai arah pengembangan koperasi ke depan. KSU Desa Kota Indonesia hadir bukan sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan anggota dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Pertemuan pagi itu menegaskan satu hal penting: keputusan yang lahir dari forum RAT tidak berhenti di ruang rapat. Melalui peran representatif seperti yang dijalankan oleh Osfinetri dan para pengurus lainnya, informasi tersebut dapat sampai kepada seluruh anggota secara utuh. Dengan demikian, pemahaman dapat terbangun, kepercayaan dapat diperkuat, dan semangat untuk berkembang bersama dalam wadah koperasi terus tumbuh.