KODEKO / Blog

KSU Desa Kota Indonesia berbagi di Pondok Cabe

Di tengah himpitan hidup yang kian terasa berat, secercah kepedulian hadir mengetuk pintu-pintu harapan. Bukan sekadar paket beras dan gula yang dibagikan, tetapi rasa kemanusiaan yang menghangatkan hati. Ini mengingatkan bahwa di dunia yang sering terasa keras, masih ada tangan-tangan yang tulus memberi tanpa pamrih.

Oleh Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., M.E. | 19 Mar 2026, 19:59 | 3 menit baca | Diperbarui 27 Mar 2026, 15:31
KSU Desa Kota Indonesia berbagi di Pondok Cabe
KODEKO Editorial

Oleh : Ali Aminulloh (Sekretaris 1 KSU)

Di tengah himpitan hidup yang kian terasa berat, secercah kepedulian hadir mengetuk pintu-pintu harapan. Bukan sekadar paket beras dan gula yang dibagikan, tetapi rasa kemanusiaan yang menghangatkan hati. Ini mengingatkan bahwa di dunia yang sering terasa keras, masih ada tangan-tangan yang tulus memberi tanpa pamrih.

Sabtu, 14 Maret 2026 menjadi momen bermakna bagi warga RT 05 RW 02, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kota Tangerang Selatan, Banten. Melalui program Bakti Ramadhan, KSU Desa Kota Indonesia menyalurkan 30 paket bantuan kepada para mustahik berisi 3 kg beras dan 1 kg gula pasir. Program ini menjadi langkah awal yang penuh makna sejak dibukanya Toko Kodeko. Ia bukan hanya sebagai unit usaha, tetapi sebagai ruang tumbuhnya nilai-nilai sosial.

Digagas oleh Ketua Umum, Ibu Anis Khoirunnisa, S.Th.I., M.A.P., kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa bisnis tidak boleh berjalan sendiri tanpa kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kodeko hadir bukan sekadar untuk berjualan, melainkan menjadi jembatan kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muhammad Ilham, selaku penanggung jawab unit Kodeko, menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Bersama Ketua RT setempat, Muhasan, pendataan mustahik dilakukan secara langsung agar tepat sasaran. Sebagian penerima datang langsung ke lokasi, namun sebagian besar paket diantarkan ke rumah masing-masing. Ini sebuah langkah kecil yang mencerminkan penghormatan dan empati kepada para penerima.

“Ini bukan hanya soal memberi, tapi bagaimana kita menjaga martabat mereka yang menerima,” ungkap Ilham.

Sebanyak 30 paket berisi beras 3 kilogram dan gula 1 kilogram dibagikan. Meski sederhana, bantuan tersebut membawa kebahagiaan yang tak ternilai. Beberapa warga yang menerima mengaku sangat terbantu di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Kami sangat senang dan bersyukur. Ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga Kodeko terus jaya,” ujar salah satu penerima dengan mata berbinar.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, Bakti Ramadhan ini menjadi cerminan dari pesan penasehat KSU, Syaykh Al Zaytun, tentang pentingnya membangun trilogi kesadaran: kesadaran filosofis, ekologis, dan sosial. Bahwa kehidupan tidak hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang bagaimana manusia hadir membawa manfaat bagi sesama dan lingkungannya.

Kodeko telah memulai langkah kecil, namun penuh makna. Sebuah langkah yang mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya lahir dari keuntungan, tetapi dari kepedulian yang terus hidup dan mengalir.

Di bulan suci Ramadhan, Kodeko mengingatkan kita bahwa berbagi bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk menghidupkan kembali rasa kemanusiaan.