“Siapkah Saudara menjalankan amanah dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab?”
Pertanyaan itu seakan menggantung di tengah suasana khidmat ketika para representatif daerah, kepala toko Kodeko, dan staf KSU Desa Kota Indonesia berdiri untuk mengucapkan ikrar. Senin, 20 Juli 2026, bukan sekadar menjadi hari pergantian jabatan. Hari itu menjadi penanda lahirnya komitmen baru untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan pelayanan kepada anggota.
KSU Desa Kota Indonesia kembali melakukan penyempurnaan organisasi. Langkah tersebut mencakup penataan representatif di tingkat daerah dan lingkungan civitas, rotasi kepala toko serta staf Kodeko, penambahan personel untuk cabang baru Kodeko Galaxy Bekasi, penguatan staf administrasi, hingga penyempurnaan Unit Simpan Pinjam.
Ketua Umum KSU Desa Kota Indonesia, Anis Khoirunnisa, S.Th.I., M.A.P., bertekad mendorong KSU menjadi organisasi bisnis yang kuat, profesional, dan mampu melayani anggotanya hingga tingkat paling bawah.
Tekad tersebut tidak cukup hanya dituangkan dalam visi dan program kerja. Organisasi membutuhkan orang-orang yang siap menerjemahkannya menjadi pelayanan nyata.
Siapa yang akan mendengar kebutuhan anggota di daerah? Siapa yang akan memperkenalkan koperasi kepada masyarakat? Siapa yang memastikan toko-toko Kodeko berjalan tertib, ramah, dan profesional?
Jawaban atas pertanyaan itu dimulai dengan penyempurnaan sumber daya manusia serta pelantikan para pemegang amanah baru.
Pelantikan dalam Suasana Khidmat
Pelantikan dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, dan dipandu oleh Budiyanto, M.M. selaku Sekretaris II KSU Desa Kota Indonesia.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan oleh kepala HRD, Syaifuddin, S.IP., M.Pd. Melalui pembacaan tersebut, nama, jabatan, dan tanggung jawab setiap personel ditetapkan secara resmi sebagai bagian dari penyempurnaan organisasi.
Mewakili Ketua Umum KSU Desa Kota Indonesia, prosesi pelantikan dilaksanakan oleh Sekretaris I, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E. Pelantikan disaksikan oleh Bendahara I, Dr. Ir. Bambang Triyoga, M.T., dan Bendahara II, Primuhardi, S.E.
Suasana menjadi semakin khidmat ketika para representatif, kepala toko, dan staf yang dilantik bersama-sama membacakan ikrar janji.
Ikrar itu bukan hanya rangkaian kata-kata seremonial. Di dalamnya terkandung kesiapan untuk menaati ketentuan organisasi, menjaga nama baik koperasi, menjalankan tugas dengan jujur, serta mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Setiap jabatan membawa kewenangan. Namun, pada saat yang sama, setiap kewenangan juga melahirkan tanggung jawab.
Karena itu, pelantikan menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa amanah koperasi harus dijalankan dengan integritas. Kepercayaan anggota tidak boleh disalahgunakan. Jabatan tidak boleh menjadi sarana mencari keuntungan pribadi. Setiap keputusan dan pelayanan harus diarahkan bagi kemajuan organisasi serta kesejahteraan anggota.
Memperkuat Representatif di Daerah
Salah satu bagian penting dalam penyempurnaan organisasi adalah penataan representatif KSU Desa Kota Indonesia di wilayah Jakarta, Banten, serta lingkungan Istri Civitas Al-Zaytun.
Representatif bukan sekadar penyampai pesan dari pengurus pusat. Mereka merupakan penghubung antara organisasi dan anggota, sekaligus penggerak yang diharapkan mampu membaca kebutuhan serta potensi ekonomi di wilayah masing-masing.
Untuk wilayah Jakarta, amanah diberikan kepada Jeje Zaenudin, S.Sos. sebagai Representatif Jakarta Pusat; Didik Budiyanto, S.H. sebagai Representatif Jakarta Barat; serta Engkus Kusnadi, S.Sos., M.M. sebagai Representatif Jakarta Timur.
Sementara itu, penguatan representatif di wilayah Banten dilakukan dengan memberikan amanah kepada Aspriansyah, Abdul Rohman, S.Pd.I., dan Mujibu.
Adapun Susiyanti dipercaya menjalankan tugas sebagai Representatif Istri Civitas Al-Zaytun.
Mereka diharapkan tidak hanya menunggu instruksi. Seorang representatif harus aktif mendatangi anggota, membangun komunikasi, menyerap aspirasi, memperluas jaringan, serta mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan bersama.
Jakarta dan Banten mempunyai karakter wilayah, masyarakat, dan kebutuhan ekonomi yang berbeda. Lingkungan Istri Civitas Al-Zaytun pun memiliki kekuatan komunitas tersendiri. Perbedaan tersebut menjadi peluang bagi koperasi untuk mengembangkan pelayanan dan usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
Representatif dengan demikian menjadi mata yang membaca potensi, telinga yang mendengar aspirasi, sekaligus tangan yang menggerakkan kegiatan koperasi di daerah.
Kodeko Menata Barisan Pelayanan
Penyempurnaan juga dilakukan pada unit usaha toko Kodeko. Perkembangan usaha, pembukaan cabang baru, dan meningkatnya kebutuhan pelayanan membuat organisasi perlu melakukan rotasi kepala toko serta staf.
Untuk Toko Kodeko Pusat, amanah sebagai kepala toko diberikan kepada Difo Afiandani, S.Sos. Ia didukung oleh Difani Jihan Sakina dan Musthofa Al Faruq sebagai staf toko.
Toko Kodeko Pondok Cabe dipimpin oleh Heri Rahman, S.Pd. Dalam menjalankan pelayanan, ia didampingi Halimah Afia, S.Pd., Maulana Zidan Akbar, dan Difa Aldin sebagai staf toko.
Sementara itu, pembukaan Kodeko Galaxy di Bekasi menjadi langkah baru dalam perluasan jaringan usaha KSU Desa Kota Indonesia. Muhammad Ilham dipercaya sebagai Kepala Toko Kodeko Galaxy.
Ia didukung oleh Aqmal Ibrahim, Shobriana Hizbullah, S.E., Fitriani Nur Alfiani, S.E., dan Awalia Nur Fitri, S.H. sebagai staf toko.
Pembukaan cabang baru itu membawa harapan sekaligus tantangan. Kehadiran Kodeko Galaxy tidak cukup hanya ditandai dengan tersedianya gedung, rak, dan barang dagangan. Keberhasilan toko sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang berada di balik meja pelayanan.
Bagaimana konsumen disambut? Bagaimana barang dikelola? Bagaimana transaksi dicatat? Bagaimana kepercayaan pelanggan dijaga?
Jawaban atas pertanyaan tersebut berada pada disiplin, keramahan, ketelitian, dan kejujuran kepala toko serta seluruh staf.
Kodeko diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai tempat transaksi. Lebih dari itu, Kodeko harus menjadi unit usaha koperasi yang dekat dengan anggota, menyediakan kebutuhan dengan pelayanan yang baik, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan KSU Desa Kota Indonesia.
Administrasi dan Simpan Pinjam Diperkuat
Organisasi bisnis yang kuat memerlukan administrasi yang tertib. Data anggota, surat-menyurat, dokumen kelembagaan, catatan transaksi, dan laporan kegiatan harus dikelola secara tepat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Hania Nur Fitriani Azlanikova, A.Md. diberikan amanah sebagai staf administrasi.
Penyempurnaan juga dilakukan pada Unit Simpan Pinjam dengan menempatkan Saiful Azis Al Falaq Zaelani sebagai staf.
Unit Simpan Pinjam mempunyai posisi penting karena berhubungan langsung dengan kebutuhan ekonomi anggota. Di dalamnya terdapat kepercayaan, tanggung jawab, dan harapan agar koperasi mampu membantu anggotanya mengembangkan usaha maupun memenuhi kebutuhan produktif.
Karena itu, pelayanan simpan pinjam harus dijalankan secara transparan, hati-hati, tertib, adil, dan sesuai dengan ketentuan koperasi. Setiap angka yang dicatat bukan sekadar data, tetapi menyangkut hak dan kepercayaan anggota.
Jabatan Baru, Tanggung Jawab Baru
Pelantikan telah dilaksanakan. Ikrar telah diucapkan. Surat keputusan pun telah dibacakan. Namun, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah acara berakhir.
Representatif harus turun ke tengah anggota. Kepala toko harus mampu memimpin dan memberikan teladan. Staf toko harus menjaga kualitas pelayanan. Bagian administrasi dituntut bekerja tertib dan teliti. Sementara itu, Unit Simpan Pinjam harus merawat kepercayaan melalui pelayanan yang profesional.
Setiap orang memiliki tugas berbeda, tetapi mereka bergerak menuju tujuan yang sama: memperkuat KSU Desa Kota Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Penyempurnaan organisasi menjadi bukti bahwa koperasi tidak boleh berhenti belajar. Ketika jaringan pelayanan berkembang, sumber daya manusianya harus disiapkan. Ketika cabang baru dibuka, organisasi harus berani menempatkan orang-orang yang mampu menjalankan tanggung jawab. Ketika kebutuhan anggota berubah, pola pelayanan juga harus ikut disempurnakan.
Acara pelantikan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh personel yang baru dilantik. Suasana yang sebelumnya khidmat berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan.
Jabat tangan, senyum, dan ucapan selamat mengiringi berakhirnya acara. Seluruh pengurus dan personel yang dilantik kemudian mengabadikan momentum tersebut melalui foto bersama.
Namun, foto itu bukan sekadar dokumentasi. Ia merekam sebuah titik awal—saat sekelompok orang menyatakan kesediaannya untuk bekerja, melayani, dan menjaga amanah bersama.
Dari Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Banten, lingkungan Istri Civitas Al-Zaytun, Kodeko Pusat, Pondok Cabe, hingga cabang baru Kodeko Galaxy Bekasi, barisan pelayanan itu kini semakin lengkap.
Pada akhirnya, organisasi tidak menjadi kuat hanya karena struktur dan jabatannya tersusun rapi. Organisasi menjadi kuat ketika orang-orang di dalamnya bekerja dengan jujur, disiplin, loyal, dan bertanggung jawab.
Ikrar telah diucapkan. Amanah telah diberikan. Kini saatnya membuktikan semuanya melalui kerja nyata, yaitu melayani anggota, mengembangkan usaha, dan membangun kesejahteraan bersama dari desa hingga kota.