Alunan biola lagu kebangsaan Negaraku mengalir khidmat di Cafe Kita, Ahad, 30 Agustus 2026. Para peserta berdiri dan menyimak dengan penuh penghormatan. Lagu itu bukan sekadar pembuka acara, melainkan salam persaudaraan KSU Desa Kota Indonesia kepada masyarakat Malaysia yang sedang merayakan hari kemerdekaannya. Di tengah suasana hangat tersebut, semangat berkoperasi dipertemukan dengan nilai kebersamaan, pengabdian, dan cita-cita membangun kesejahteraan bersama.
Pada hari itu, KSU Desa Kota Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Anggota yang diikuti oleh 21 peserta dari Serambi Malaysia. Mereka terdiri atas 12 peserta rijal dan sembilan peserta nisa, baik yang telah menjadi anggota maupun yang sedang mempersiapkan diri menjadi anggota KSU Desa Kota Indonesia.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 12.30. Hadir dalam kesempatan tersebut Representatif Luar Negeri KSU Desa Kota Indonesia, Datuk Ahmad Ruzizan Maphilindo dan Mustafa. Sementara itu, jajaran pengurus yang hadir ialah Sekretaris I Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E.; Sekretaris II Budiyanto, M.M.; Bendahara Dr. Bambang Triyoga, M.T.; Kepala Bidang HRD Syaefuddin, S.IP., M.Pd.; serta Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Latif Wahyu Haryono, S.Sos.
Acara dipandu oleh anggota KSU Desa Kota Indonesia, Moh. Irfan Nazmi, S.H. Setelah dibuka dengan bacaan basmalah, kegiatan diawali dengan penampilan Tim Biola Al-Zaytun di bawah arahan konduktor Amirul Fajar, S.Pd.
Tim biola membawakan lagu Negaraku sebagai bentuk penghormatan kepada para peserta dari Malaysia sekaligus ungkapan persaudaraan antarmasyarakat serumpun. Suasana kemudian menjadi lebih hangat ketika Tim Biola Al-Zaytun melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu Falling in Love. Musik menjadi jembatan pembuka yang mempertemukan seni, kebangsaan, dan semangat kekeluargaan dalam satu ruang kebersamaan.
Koperasi sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan Bersama
Representatif Luar Negeri KSU Desa Kota Indonesia, Datuk Ahmad Ruzizan Maphilindo, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk terlibat aktif dalam program-program koperasi. Keanggotaan koperasi, menurutnya, tidak cukup berhenti pada pencatatan administratif, tetapi harus diwujudkan melalui partisipasi nyata.
Anggota dapat menghidupkan koperasi dengan aktif menabung, berbelanja, memanfaatkan layanan, serta mendukung pengembangan unit-unit usaha yang telah dirancang. Semakin aktif anggotanya, semakin kuat pula kemampuan koperasi dalam memberikan manfaat ekonomi kepada seluruh keluarga besarnya.
“KSU merupakan wadah ekonomi untuk membangun kesejahteraan bersama,” tegas Datuk Ahmad Ruzizan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha. Koperasi merupakan ruang perjumpaan kepentingan ekonomi anggota yang dibangun berdasarkan kepercayaan, tanggung jawab, dan semangat untuk tumbuh bersama. Di dalam koperasi, anggota bukan sekadar konsumen, melainkan juga pemilik, pengguna jasa, pengawas, dan penerima manfaat.
Dari Gerakan Dunia Menuju Kebangkitan Ekonomi Al-Zaytun
Materi pertama disampaikan oleh Sekretaris I KSU Desa Kota Indonesia, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E. Ia mengawali paparannya dengan sebuah pantun:
Menyaksikan bintang memperpanjang usia,
Panjang usia, mengabdi semakin lama.
Selamat datang di KSU Desa Kota Indonesia,
Dengan KSU kita bangun sejahtera bersama.
Dalam paparannya, Dr. Ali menjelaskan sejarah pertumbuhan koperasi di dunia sekaligus latar belakang berdirinya KSU Desa Kota Indonesia. Menurutnya, koperasi pada hakikatnya sejalan dengan ajaran ilahi. Dalam khazanah ekonomi Islam, koperasi dapat dipahami sebagai syirkah ta‘awuniyah, yaitu persekutuan atau kerja sama yang dibangun untuk saling menolong.
Koperasi mempertemukan dua karakter penting dalam kehidupan ekonomi umat, yaitu syirkah atau kerja sama dan ta‘awun atau tolong-menolong. Harta yang diamanatkan kepada manusia tidak semestinya hanya berhenti sebagai kekayaan pribadi. Harta harus dikelola agar nilai dan kebermanfaatannya terus meningkat serta dapat dirasakan oleh khalayak yang lebih luas.
Semangat itulah yang diterjemahkan dalam prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Setiap anggota saling menguatkan, saling menopang, dan bahu-membahu membangun kegiatan ekonomi produktif. Ketika kekuatan-kekuatan ekonomi yang kecil dihimpun dan dikelola secara amanah, akan lahir kekuatan bersama yang lebih besar.
Dalam konteks sejarah dunia, akar gerakan koperasi modern tumbuh di Skotlandia pada penghujung abad ke-18 dan awal abad ke-19, terutama di lingkungan masyarakat pekerja yang menghadapi dampak Revolusi Industri. Perubahan besar dalam sistem produksi ternyata tidak serta-merta menghadirkan kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebaliknya, industrialisasi justru melahirkan kesenjangan tajam antara pemilik modal dan para pekerja.
Dari lingkungan industri, termasuk pabrik pemintalan benang, tumbuh gagasan untuk membangun usaha bersama yang lebih adil. Semangat tersebut kemudian berkembang ke Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, dan berbagai belahan dunia lainnya. Koperasi akhirnya menjadi gerakan ekonomi rakyat yang berusaha menjaga keseimbangan di tengah dominasi kapitalisme.
Dr. Ali kemudian membawa peserta menelusuri sejarah lahirnya KSU Desa Kota Indonesia. Koperasi ini didirikan pada momentum 12-12-12 atau 12 Desember 2012. Tanggal tersebut pada masa itu kerap dikaitkan dengan ramalan tentang kiamat. Namun, KSU Desa Kota Indonesia memaknainya melalui perspektif yang lebih optimistis: bukan sebagai kehancuran, melainkan sebagai momentum kebangkitan.
Kata qiyamah memiliki akar makna yang berkaitan dengan berdiri dan bangkit, sebagaimana tergambar dalam ungkapan Arab qāma–yaqūmu–qiyāman. Karena itu, momentum 12-12-12 dimaknai sebagai seruan untuk bangkit: bangkit pendidikannya dan bangkit ekonominya.
Kebangkitan tersebut sejalan dengan gagasan besar Al-Zaytun, yakni “Pendidikan Ekonomi–Ekonomi Pendidikan”. Pada bidang ekonomi, kebangkitan ditandai dengan berdirinya KSU Desa Kota Indonesia. Sementara pada bidang pendidikan, semangat tersebut diwujudkan melalui pengembangan Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia. Keduanya bergerak dalam satu tarikan napas: pendidikan mempersiapkan manusia yang berkualitas, sedangkan ekonomi membangun fondasi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Berkoperasi sebagai Implementasi Ajaran Ilahi
Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Bidang HRD KSU Desa Kota Indonesia, Syaefuddin, S.IP., M.Pd., dengan tema “Berkoperasi sebagai Wujud Ajaran Ilahi”. Ia menjelaskan bahwa koperasi merupakan usaha bersama. Istilah co-operation berarti bekerja atau berusaha bersama, sedangkan dalam bahasa Arab semangat tersebut tercermin dalam konsep syirkah, yaitu kerja sama.
Koperasi bukan sekadar kumpulan modal, melainkan kumpulan orang yang memiliki kesadaran untuk membangun usaha bersama. Karena itu, kekuatan utama koperasi bukan hanya terletak pada besarnya dana yang dihimpun, tetapi pada kesetiaan, kedisiplinan, kejujuran, dan partisipasi anggotanya.
Semangat kerja sama mendapatkan landasan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 32. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah membagi penghidupan manusia dan meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain agar dapat saling memanfaatkan kemampuan, keahlian, dan pelayanan dalam kehidupan bersama. Sementara itu, prinsip tolong-menolong ditegaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 2, yang memerintahkan manusia untuk saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.
Syaefuddin juga menjelaskan bahwa kegiatan mendidik, membangun, dan mengembangkan ekonomi pada akhirnya merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah. Hal itu sejalan dengan Surah Adz-Dzariyat ayat 56 tentang tujuan penciptaan jin dan manusia untuk mengabdi kepada-Nya serta Surah Al-Baqarah ayat 208 yang menyerukan agar orang-orang beriman menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh.
Pengabdian tersebut harus dilandasi ketulusan, sebagaimana pesan Surah Al-Bayyinah ayat 5, serta ketaatan kepada Allah, Rasul, dan ulil amri sebagaimana ditegaskan dalam Surah An-Nisa ayat 59. Dalam kehidupan ekonomi, nilai-nilai itu diwujudkan melalui kepatuhan terhadap kesepakatan organisasi, kedisiplinan menjalankan kewajiban, dan kesediaan menjaga amanah bersama.
Tujuan akhirnya ialah menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman. Surah Quraisy ayat 3–4 menggambarkan dua kebutuhan mendasar manusia, yaitu terbebas dari kelaparan dan memperoleh perlindungan dari ketakutan. Dengan demikian, penguatan ekonomi melalui koperasi memiliki dimensi yang luas: mencukupi kebutuhan hidup sekaligus membangun ketenteraman, stabilitas, dan martabat masyarakat.
Sembilan Program Unggulan KSU
Bendahara KSU Desa Kota Indonesia, Dr. Bambang Triyoga, M.T., selanjutnya menjelaskan perkembangan organisasi, hak dan kewajiban anggota, pertumbuhan jumlah anggota, peningkatan omzet, serta berbagai peluang usaha yang sedang dikembangkan.
Ia memaparkan sembilan program unggulan hasil Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2025. Program-program tersebut dirancang untuk memperluas pelayanan kepada anggota sekaligus memperkuat fondasi bisnis KSU Desa Kota Indonesia.
Sembilan program unggulan tersebut meliputi:
1. Toko Kodeko Galaxy Jakarta Timur;
2. Kafe Kodekopi;
3. Kredit tanah, pembangunan ruko, rumah, dan Warung Mini Kodeko dengan konsep tiga dalam satu;
4. Perluasan saluran distribusi perdagangan dengan konsep tiga dalam satu;
5. Kredit logam mulia;
6. Pinjaman multiguna;
7. Salon dan barbershop;
8. Jasa cuci mobil; dan
9. Travel Kodeko Go Global.
Kesembilan program tersebut memperlihatkan luasnya ruang pengembangan usaha KSU Desa Kota Indonesia. Bidang yang dikembangkan mencakup perdagangan ritel, kuliner, properti, pembiayaan, investasi, perawatan diri, jasa otomotif, hingga perjalanan. Keragaman bidang usaha tersebut membuka kesempatan yang semakin besar bagi anggota untuk terlibat sebagai pengguna layanan, mitra usaha, pengelola, maupun bagian dari jaringan distribusi.
Dr. Bambang menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kerja pengurus. Partisipasi aktif anggota menjadi energi utama yang menentukan pertumbuhan koperasi. Hak anggota akan semakin kuat apabila diiringi dengan pelaksanaan kewajiban secara tertib dan penuh tanggung jawab. Begitu pula peningkatan omzet tidak akan terjadi tanpa kesediaan anggota menjadikan koperasi sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhannya.
Pembinaan anggota di Cafe Kita akhirnya tidak hanya menjadi forum penyampaian materi. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa koperasi adalah gerakan bersama. Di dalamnya terdapat pendidikan, pengabdian, persaudaraan, dan ikhtiar ekonomi yang saling terhubung.
Kehadiran anggota dari Serambi Malaysia juga memperlihatkan bahwa semangat KSU Desa Kota Indonesia telah melintasi batas wilayah dan negara. Jarak geografis tidak menjadi penghalang ketika para anggota disatukan oleh visi, nilai, dan cita-cita yang sama.
Tepat pukul 12.30, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Kebersamaan di meja makan menjadi penutup yang sederhana, tetapi sarat makna. Dari alunan lagu Negaraku, pemaparan sejarah koperasi, pendalaman nilai-nilai ilahi, hingga pengenalan sembilan program unggulan, satu pesan mengemuka dengan kuat: kesejahteraan tidak dibangun seorang diri.
Kesejahteraan harus diperjuangkan melalui kerja sama, tolong-menolong, dan partisipasi nyata. Bersama KSU Desa Kota Indonesia, setiap anggota diajak untuk berdiri, bergerak, dan bangkit—membangun ekonomi yang kuat sekaligus menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi sesama.