KODEKO / Blog

Anggota KSU dari Malaysia Dapat Pembinaan Langsung Pengurus KSU Desa Kota Indonesia

Di balik koperasi yang kuat, selalu ada manusia-manusia yang terus belajar. Modal dapat dihimpun, aset dapat dibangun, dan usaha dapat dikembangkan. Namun tanpa sumber daya manusia yang memahami nilai, tujuan, dan arah perjuangan koperasi, semua itu tidak akan bertahan lama. Karena itulah pembinaan anggota menjadi investasi paling berharga dalam membangun koperasi yang berkelanjutan.

Oleh Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., M.E. | 20 Jun 2026, 14:34 | 4 menit baca | Diperbarui 25 Jun 2026, 17:17
Anggota KSU dari Malaysia Dapat Pembinaan Langsung Pengurus KSU Desa Kota Indonesia
KODEKO Editorial

Oleh: Ali Aminulloh

Di balik koperasi yang kuat, selalu ada manusia-manusia yang terus belajar. Modal dapat dihimpun, aset dapat dibangun, dan usaha dapat dikembangkan. Namun tanpa sumber daya manusia yang memahami nilai, tujuan, dan arah perjuangan koperasi, semua itu tidak akan bertahan lama. Karena itulah pembinaan anggota menjadi investasi paling berharga dalam membangun koperasi yang berkelanjutan.

Semangat itulah yang terus dipegang oleh Ketua Umum KSU Desa Kota Indonesia, Ibu Anis Khoirunnisa, S.Th.I., M.AP. Menurutnya, membangun koperasi tidak cukup hanya dengan memperkuat kelembagaan dan unit usaha, tetapi harus dimulai dengan membangun kualitas manusianya. Oleh sebab itu, pembinaan anggota menjadi salah satu prioritas utama dalam perjalanan KSU Desa Kota Indonesia.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan pada momentum Peringatan 1 Syuro 1448 Hijriah di Al Zaytun. Kehadiran sejumlah anggota KSU Desa Kota Indonesia dari Malaysia menjadi kesempatan berharga untuk mempererat silaturahim sekaligus memperkuat pemahaman mereka mengenai koperasi yang kini terus berkembang dan memperluas jejaring hingga lintas negara.

Melihat momentum tersebut, Representatif KSU Desa Kota Indonesia Luar Negeri, Ahmad Ruzizan Maphilindo, berkolaborasi dengan pengurus pusat menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan silaturahim anggota yang berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Cafe Kita Al Zaytun.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB itu dihadiri anggota KSU asal Malaysia yang tengah berada di Al Zaytun untuk mengikuti rangkaian kegiatan Tahun Baru Islam 1 Syuro 1448 Hijriah.

Acara dibuka dengan pembacaan basmalah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pengantar dari representatif luar negeri yang disampaikan oleh Encik Azhar. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun kesamaan pemahaman di antara anggota, terutama bagi anggota yang berada di luar Indonesia.

Menurutnya, semakin luasnya jangkauan anggota KSU Desa Kota Indonesia hingga mancanegara membutuhkan penguatan komunikasi dan pemahaman yang utuh agar seluruh anggota dapat bergerak dalam satu visi, satu semangat, dan satu tujuan.

"Koperasi yang besar dibangun oleh anggota yang memahami koperasinya," ungkapnya.

Sesi pertama pembinaan disampaikan oleh Budiyanto, M.M., selaku Sekretaris II KSU Desa Kota Indonesia. Dalam paparannya, Budiyanto mengajak peserta mengenal lebih dekat perjalanan KSU Desa Kota Indonesia, mulai dari sejarah pendirian, filosofi nama, legalitas kelembagaan, visi dan misi organisasi, struktur kepengurusan, hingga berbagai unit usaha yang telah dikembangkan.

Ia juga menjelaskan posisi strategis KSU Desa Kota Indonesia yang berada di bawah payung Lembaga Kesejahteraan Masjid (LKM) sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong.

Menurut Budiyanto, koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi merupakan instrumen pemberdayaan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup anggota dan masyarakat secara berkelanjutan.

Pembinaan kemudian dilanjutkan oleh Primuhardi, S.E., Bendahara II KSU Desa Kota Indonesia. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai program kerja koperasi, jenis-jenis simpanan reguler dan progresif, bidang-bidang usaha yang sedang dikembangkan, mekanisme perhitungan LHU (Laba Hasil Usaha), serta berbagai keuntungan yang dapat diperoleh anggota.

Primuhardi menjelaskan bahwa kekuatan koperasi sesungguhnya terletak pada partisipasi aktif anggotanya. Semakin tinggi keterlibatan anggota dalam program simpanan dan usaha koperasi, maka semakin besar manfaat yang akan kembali kepada anggota itu sendiri.

Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Para peserta dari Malaysia menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari cara memaksimalkan potensi simpanan agar dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pembiayaan, penggunaan simpanan untuk membantu biaya pendidikan anak, tata cara mengakses aplikasi Kodeko, hingga akses website resmi KSU Desa Kota Indonesia untuk berkomunikasi dengan administrator dan memperoleh informasi layanan.

Seluruh pertanyaan dijawab secara rinci dan terbuka oleh para narasumber, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai berbagai layanan dan peluang yang tersedia bagi anggota.

Lebih dari sekadar forum pembelajaran, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan semangat kebersamaan antaranggota yang berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah, bahkan lintas negara.

Bagi KSU Desa Kota Indonesia, kehadiran anggota dari Malaysia bukan hanya menunjukkan semakin luasnya jangkauan organisasi, tetapi juga menjadi tanda bahwa nilai-nilai koperasi berbasis kebersamaan, gotong royong, dan pemberdayaan memiliki daya tarik yang universal.

Setelah sesi pembinaan berakhir, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban. Para peserta saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan persahabatan, dan memperkuat hubungan kekeluargaan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama KSU Desa Kota Indonesia.

Kegiatan sore itu mungkin hanya berlangsung satu setengah jam. Namun nilai yang dibangun jauh melampaui batas waktu tersebut. Sebab yang sedang ditanam bukan sekadar pengetahuan tentang koperasi, melainkan kesadaran bahwa kemajuan sebuah lembaga selalu dimulai dari kualitas manusia yang ada di dalamnya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, KSU Desa Kota Indonesia terus menegaskan komitmennya untuk membangun anggota yang cerdas, mandiri, dan berdaya. Sebab koperasi yang kuat bukan hanya diukur dari besarnya aset yang dimiliki, melainkan dari kualitas manusia yang tumbuh dan berkembang bersama di dalamnya.

Dan dari Cafe Kita Al Zaytun pada sore itu, semangat tersebut kembali diteguhkan—bahwa membangun kesejahteraan harus dimulai dengan membangun manusianya terlebih dahulu.